Menyebutkan pembiayaan industri jadi biang penyebab deindustrialisasi di Tanah Air.
Dia menyebutkan bunga utang di negeri yang condong tinggi kalau ketimbang di negara lain membuat industri nasional sukar beradu.
Tujuannya, contohnya kita ingin bangun pabrik, bunganya itu 8 prosen. Di negara lain walau sebenarnya dapat 2 prosen. Oleh karena itu, industri kita tidak berkemampuan saing pungkasnya.
Sebab itu, dia memandang pemerintah butuh menemukan pembiayaan industri. Perihal itu pun yakni nilai turunan dari Undang-undang Perindustrian.
Dahulu, Khayam mengenang kembali, pembiayaan industri dilayani teristimewa oleh Bank Pembangunan Indonesia.